Home Corona Duduk Perkara Warga Bekasi yang Diduga Tertular Corona Usai Shalat Ied

Duduk Perkara Warga Bekasi yang Diduga Tertular Corona Usai Shalat Ied

by ukhuwah.id

KIBLAT.NET, Bekasi – Dewan Kemakmuran Masjid Jami’ Al-Muhajirin, Perumnas 1, Bekasi Selatan, Kota Bekasi meluruskan informasi tentang satu keluarga positif terinfeksi Covid-19 usai mengikuti shalat Idul Fitri di masjid tersebut.

“Memang ada penjemputan pada sehari setelah lebaran pada keluarga di Jalan Tenggiri 1. Kami dari Masjid Al-Muhajirin tentunya sangat keberatan terhadap berita yang disampaikan melalui beberapa media yang mengatakan akibat sholat ied mereka terpapar,” kata Ketua DKM Masjid Jami’ Al- Muhajirin, H. Naiwan, SE dalam wawancara bersama radio Dakta Bekasi pada Rabu (27/05/2020).

Naiwan mengungkapkan pihaknya telah menutup Masjid Al-Muhajirin sejak tanggal 25 Maret sesuai dengan himbauan MUI dan pemerintah setempat. Dan baru membuka kembali pada hari Ahad (24/05/2020) kemarin.

“Dan sebelum kami buka, kami sudah melakukan pembentukan panitia dan penyemprotan disinfektan baik di lingkungan masjid maupun dalam masjid,” ungkapnya.

Ketika membuka masjid, Naiwan menuturkan pihaknya telah melakukan syarat-syarat untuk membuka masjid yaitu melakukan protokol Covid-19. Mulai dari memakai masker, menggunakan sajadah sendiri, berwudhu di rumah, cek suhu badan, penyediaan hand sanitizer, dan melakukan absen.

Satu hari pasca lebaran, beredar informasi di kalangan warga bahwa sorenya akan ada satu keluarga yang dijemput di Jalan Tenggiri 1. Dikonfirmasikan bahwa anggota keluarga tersebut berjumlah empat orang yang terdiri dari ibu, dua anak, dan satu cucu.

Namun tetiba informasi tersebut berkembang menjadi mereka terpapar karena mengikuti sholat ied. Menurut penuturan Naiwan, memang sang ibu terindikasi positif Covid-19, namun yang bersangkutan telah menjalani tes swap dan masuk rumah sakit sejak hari Sabtu pagi.

“Ibunya setelah tes swap terindikasi positif Covid-19, dan anak dan cucunya disuruh pulang. Dan kondisi anak dan cucunya itu dalam keadaan sehat-sehat saja,” tuturnya.

“Karena hari Ahad (24/05/2020), pada waktu shalat ied itu, memang kedua anak dan cucunya itu ikut shalat namun sesuai dengan protokol yang kami siapkan, semuanya mengikuti protokol tersebut dan pada saat mereka datang kami cek suhu badannya tidak melebihi dari 37 derajat,” imbuhnya.

Maka, lanjut Naiwan, kabar bahwa mereka terpapar karena sempat mengikuti shalat ied tentu sangat mengejutkan pihak DKM. Naiwan pun menegaskan bahwa informasi tersebut menyesatkan dan telah merugikan pihak DKM.

“Informasi yang menyesatkan seperti ini merugikan kami selaku pengurus masjid khususnya pengurus masjid Jami’ Al-Muhajirin Perumnas 1. Dan harapan kami bahwa ke depan sebelum menurunkan informasi atau berita kepada masyarakat terlebih dahulu sebaiknya dilakukan check and re-check atau tabayyun terlebih dahulu,” tegasnya.

Di samping itu, Naiwan juga berharap kepada MUI sebagai corong umat Islam untuk lebih menekankan kembali bahwa masjid bukanlah tempat yang menakutkan selama menerapkan protokol yang ditetapkan oleh pemerintah terkait Covid-19.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, pada Selasa (26/05/2020) jagat medsos sempat digegerkan oleh pemberitaan sebuah media online yang mengabarkan bahwa sekeluarga positif corona usai shalat ied di masjid Bekasi. Berita tersebut bahkan menyatakan bahwa Wali Kota Bekasi membenarkan.

Namun hal tersebut telah diklarifikasi oleh Rahmat Effendi selaku Wali Kota Bekasi bahwa mereka tidak tertular saat shalat ied.

Hingga Rabu (27/05/2020) pagi, Naiwan mengaku belum ada dari media manapun yang meminta informasi lebih lanjut terkait berita yang dinilai menyesatkan tersebut. Bahkan, Naiwan pun bingung dari mana media tersebut mendapatkan informasi.

“Nah itu yang kami pertanyakan, mereka dapat informasi dari mana kami tidak tahu. Mungkin saja karena sekarang ini kan musim Covid mereka mungkin dapat informasi dari rumah sakit tetapi kita tidak tahu informasi apa yang disampaikan, hanya kalau menurut di berita mereka mendapat informasi dari wali kota,” ungkapnya.

Namun Wali Kota sendiri telah mengklarifikasi informasi tersebut. Maka dari itu, pihak DKM pun berencana rencana ingin klarifikasi kepada pihak yang memberitakan supaya ditarik kembali informasi tersebut atau diluruskan pemberitaannya.

Naiwan juga mengapresiasi langkah Wali Kota yang sudah secara gamblang melakukan klarifikasi.

“Itu sangat membantu kami,sehingga informasi atau berita yang menyesatkan tersebut bisa dipahami oleh masyarakat luas,” ucapnya.

“Kami sudah meminta bantuan MUI untuk meluruskan berita ini sehingga umat Islam tentunya tidak dirugikan pada umumnya dan khususnya Masjid Al-Muhajirin tidak dianggap menjadi salah satu sumber penyakit hingga kami warga di sini tidak merasa gelisah,” pungkasnya.

Agar situasi tidak semakin kisruh, untuk sementara Masjid Jami’ Al-Muhajirin, Perumnas 1, Bekasi Selatan ditutup kembali setelah sebelumnya sejak hari raya sempat dibuka kembali untuk shalat berjamaah.

Reporter: Azzam Diponegoro
Editor: Rusydan Abdul Hadi

Sumber: www.kiblat.net

You may also like

Leave a Comment