Home arab Blak-Blakan, Penyanyi Pop Jebolan X-Factor Ungkap Penyesalan karena Pernah Malu Jadi Orang Arab – Islampos

Blak-Blakan, Penyanyi Pop Jebolan X-Factor Ungkap Penyesalan karena Pernah Malu Jadi Orang Arab – Islampos

by ukhuwah.id

JADE Thirlwall (27), personil grup musik pop Inggris Little Mix baru-baru ini mengungkapkan kejujuran tentang jati dirinya. Dalam sebuah wawancara dengan Vogue Arabia, Thirlwall blak-balakan mengaku bahwa dirinya berdarah Arab. Itu merupakan sesuatu yang tadinya tak dia ungkap ke publik karena rasa malu di usia mudanya dulu.

Dalam wawancara tersebut, Thirlwall telah dipuji atas keterbukaan dan keinginannya memperbaiki kesalahan. Meskipun tak menyinggung soal keyakinan yang dianutnya, dia mengaku ingin menghidupkan kembali hubungan dengan warisan Arab yang mengalir dalam darahnya dan kebanggaannya pada akar kebangsaannya. Dia mengatakan, ingin menebus “waktu yang hilang” dan penyesalan karena tidak lebih terbuka tentang latar belakang etnisnya atau masalah-masalah yang menyangkut Muslim.

“Saya telah menekan siapa saya karena saya tidak bangga,” katanya.

BACA JUGA: Penyanyi Jazz Mualaf AS, DellaMiles: Saya Diberkati menjadi Seorang Muslim

“Saya telah diintimidasi untuk berpikir bahwa saya harus malu dengan identitas saya, jadi saya tidak cukup banyak berbicara tentang warisan saya dalam wawancara. Itu membuat saya sedih memikirkannya sekarang.”

Jade Thirlwall merupakan keturunan Mesir-Yaman. Dia terkenal sebagai penyanyi pop setelah Little Mix memenangkan kontes musik The X Factor pada tahun 2011.

Thirlwall bercerita, setelah pindah ke London untuk mengejar karir menyanyi pada usia 18, dia menggambarkan bahwa dirinya tidak lagi dilihat sebagai “orang kulit berwarna,” sesuatu yang membuatnya dibully setelah tumbuh di Laygate, South Shields, di timur laut Inggris.

“Saya biasa dipanggil P-word, yang saya tidak mengerti karena saya bukan orang Pakistan,” kata Thirlwall dalam wawancara tersebut.

“Saya juga disebut setengah kasta. Dalam satu kejadian seseorang merundung saya di toilet dan membubuhkan bindi di dahi saya.”

Penyanyi ini mengungkapkan, kakeknya yang bernama Mohammed, adalah sosok penting dalam hidupnya yang membuatnya sadar akan warisan Arab dan Muslimnya, meski tidak ada paksaan di keluarganya tentang keyakinan.

Penyanyi bernama lengkap Jade Amelia Thirlwall itu menjelaskan bagaimana sang kakek yang datang ke Inggris pada tahun 1943, telah menceritakan “cerita indah tentang saat dia pergi ke Mekah” dan bagaimana dia menikmati menghabiskan waktu bersama sang kakek selama Ramadan. Dia akan menunggu di luar masjid untuk mengucapkan Idul Fitri pada hari raya Idul Fitri, perayaan yang menandai bulan puasa.

“Baginya penting bahwa saya belajar membaca dan menulis bahasa Arab, jadi setiap hari Sabtu saya pergi ke sekolah Muslim. Saya memiliki kenangan indah tentang itu,” kata Thirlwall, tetapi dia juga menjelaskan bagaimana dia masih terlalu muda untuk memahami pentingnya hal itu sebagai bagian dari pendidikannya.

Dia menceritakan bahwa kenangan favoritnya tentang kakeknya adalah ketika dia membawakannya sebuah “jam alarm berbentuk Mekah yang memainkan adzan” dan menggambarkan bagaimana dia menangis ketika dia memainkannya.

“Itu membuat saya menyadari betapa kuatnya musik,” katanya.

Thirlwall juga menggambarkan bagaimana, ketika kakeknya meninggal, dia merasa sendirian dan bagaimana dia kehilangan “sebagian” dirinya.

“Dia membuat saya merasa bangga dengan siapa saya – dia adalah garis pemahaman saya terhadap warisan Arab saya.”

Tumbuh dengan sedikit representasi orang Arab di majalah atau di TV yang tampak seperti kakeknya menambah keterputusannya.

Dia menjelaskan bagaimana dia melihat kesalahan penafsiran Muslim sebagai teroris, tetapi terlalu muda dan takut untuk berbicara menentangnya.

“Saya menyesal sekarang karena saya tidak membicarakannya lebih banyak.”

BACA JUGA: Ngaku pernah Dibully, Ini Cerita Muslim Aktor Drakor Descendant of The Sun

Penyanyi itu mengatakan dia sekarang mengganti waktu yang hilang dan mencoba merangkul latar belakangnya dengan kembali belajar bahasa Arab, belajar lebih banyak tentang akarnya, dan tetap waspada terhadap hal-hal yang terjadi di wilayah tersebut, seperti perang di Yaman, yang katanya telah “memicu banyak trauma” untuk ibunya, Norma.

“Saya dan ibu saya sudah mulai melihat budaya kami lebih dalam dan itu adalah sesuatu yang membuat kami lebih dekat,” katanya.

“Saya mendapat banyak pesan dari penggemar Arab yang mengatakan bahwa mereka mengagumi saya dan sangat menyenangkan melihat representasi positif dari seorang wanita Arab dalam budaya pop.”

Menurut Thirlwall, penting untuk menyerukan kepedulian publik dan membuka mata dunia tentang apa yang terjadi pada dunia Islam saat ini, terutama di Yaman.

“Sangat penting bagi saya untuk menggunakan platform saya untuk menjadi orang yang lebih baik dan meningkatkan kesadaran, terutama tentang apa yang terjadi sekarang di Yaman,” kata Thirlwall.

“Ini tidak cukup dibicarakan. Saya berusaha untuk menjadi panutan yang lebih baik bagi penggemar saya dan menjadi artis yang ingin dilihat sebagai generasi muda.” []

SUMBER: MIDDLE EAST EYE

Sumber: www.islampos.com

You may also like

Leave a Comment